Saya tidak akan memberikan deskripsi mendalam mengenai zat ini di sini, karena hal tersebut sudah banyak ditulis dalam buku teks medis. Biarkan saya menyampaikannya dengan cara yang sederhana agar Anda mudah membayangkannya: Kolesterol itu seperti sisa lemak berlebih di wajan yang belum dicuci setelah makan malam. Bercak-bercak lemak putih di wajan tersebut adalah gambaran paling akurat untuk mendeskripsikan kolesterol di dalam pembuluh darah.
Ketika zat ini menumpuk dan menempel pada dinding pembuluh darah, awalnya ia dapat menyebabkan ukuran pembuluh darah sedikit membesar (dalam waktu 20-25 tahun), kemudian lapisan kolesterol tersebut akan mengubah bentuk pembuluh darah (dalam waktu 25-40 tahun berikutnya). SETELAH 40 TAHUN, KOLESTEROL AKAN MEMENGARUHI KECEPATAN ALIRAN DARAH DI DALAM TUBUH. Untuk mengatasi hal ini, jantung tidak punya pilihan lain selain meningkatkan tekanan pompa darah, yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Ini menjelaskan mengapa 80% lansia di Indonesia menderita tekanan darah tinggi. Namun, ini masih belum merupakan komplikasi yang paling berbahaya!
Komplikasi yang paling berbahaya adalah ketika kolesterol menyumbat pembuluh darah. Akibatnya adalah penurunan pasokan darah ke organ-organ di dalam tubuh. Hal ini memicu serangkaian penyakit kronis serius lainnya seperti: sakit kepala, sakit punggung, nyeri leher dan bahu, nyeri kaki, pusing, vertigo, mudah lupa...